Lingkar
Mahasiswa Peduli Pendidikan Aceh atau LMPP-Aceh adalah sebuah organisasi
kemahasiswaan yang dibentuk pada tanggal 01 Mei 2008 di Banda Aceh,
ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Organisasi ini didirikan
oleh beberapa orang aktivis kampus FKIP Unsyiah, dengan suatu pijakan
kesadaran bersama bahwa mahasiswa sebagai bagian dari unsur shareholders
pendidikan Aceh harus tampil untuk menjawab persoalan-persoalan yang
dihadapi. Kesadaran itu pun dikemas dalam sebuah forum kecil tempat
dimana didalamnya mendiskusikan hal-hal yang berkenaan dengan dunia
pendidikan, khususnya ragam permasalahan dan kesimpang-siuran yang
terjadi dalam tatanan pendidikan Aceh. Sejalan dengan itu, kesadaran
itu pun juga menjadi representasi dari kekecewaan mahasiswa terhadap
tatanan sosial bangsa Indonesia yang hingga sekarang semakin mengkhawatirkan.
Dari
forum kecil yang semula hanya sebatas media tukar informasi dan pemahaman
antar-mahasiswa, kemudian lahirlah gagasan untuk membentuk suatu wadah
khusus yang dapat menjalankan apa yang perlu dilakukan sebagaimana
diperbincangkan dalam diskusi-diskusi dalam forum tersebut. Dari sinilah,
sebuah harapan yang ingin dicapai adalah akan adanya perubahan yang
mendasar dalam pengelolaan pendidikan Aceh, dimana didalamnya berjalan
dengan baik, adil, demokrastis, bermutu, tidak diskriminatif, serta
sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan adat-istiadat serta kebudayaan
Aceh.
Saat
ini, Lingkar Mahasiswa Peduli Pendidikan Aceh ( LMPP-Aceh ) masih
berada dalam tahapan pengembangan konsep dan akuratisasi data dan
isu global, termasuk di dalamnya konvensi dan pakta-pakta regional
yang menyangkut tentang pendidikan, seperti Konferensi
Dunia tentang Pendidikan untuk Semua ( Education for All ) di Jomtien,
Thailand tahun 1990 dan Dakar, Senegal, Tahun 2000. Global
Campaign for Education (GCE) tahun 2001,Penyediaan
akses pendidikan dasar untuk semua pada tahun 2000, World
Summit for Social Development di Copenhagen,
Oxfam GB Education Now
tahun 1999, MDGs,
dll.